CinTailAh Apa AdanYA….Ya,Itu serentetan Judul salah satu Kisah Yang DituLis Di BuKuNyA Abu ShiDiQ Yang iseng2 Aku piNjem Dari Temen SekelAs. Azmi.
Merasa GiMana Gitu denGAn Kisah Yang Aku BAca Itu,,,,Aq Pengen NgebAgi (bWt Yang BelOm PerNah Baca,TenTuNya….)Seorang Istri Bercerita:
Suami Saya seoRang InsiNyuR, Saya menCiNTai siFatNya Yang Alami Dan Saya MenYuKai Perasaan Hangat YAng MuNcuL ketIKa Saya Berada Di dekatNya, BerSanDar Di BahUnyA YAnG BIDang.
3 TAhun Setelah PErKenALan, dan 2 TAhun dalam masa perNiKAhan, harus saya akui bahwa saya merasa lelah, alasan2 saya mencintainya dulu berubah menJadI HAl yang MenJEmUkAn.
Saya seoRang Yang senTiMEnTiL Dan Benar2 SenSiTif SerTA BErperAsaan HAlUs. Saya MerInduKan hal2 rOmanTis seperti seoRang Anak kecil Yng merInduKan PerMen. Tapi Hal Itu Tidak Saya DapatKan Dari Suami Saya. KetiDakMampUannya menCiPtakan Hal2 rOmanTis Yang Saya InGiNkAn. Dan saya MuLAi JEmU denGAn ini SemuA.Sampai AkhiRnyA suatu Hari Saya MEmberaNiKAn DiRi uNtuK menGatakan Bahwa Saya ingIn Bercerai. “Mengapa???” Jawab Suami Saya setengah tak perCaya dan snagt terkejut.Dia terdiam Dan TermenuNg memikiRkan Jawabannya. Dia menyibUkkan Diri di depan koMpuTer, SepeRti ada saja YanG dikErJakannYA Di depan KompUter iTu. Padahal Tidak. Apa Yang Bisa diHarapKan Dari seoRang Laki2 Yang menGekspResikan PerasaannyA pUn tidak Bisa???
KemuDian Ia bertanya “Apa Yang MemBuatmU berPikIRan seperTi iTu?? Apa Yang HArus Aku LAkukan UnTuK merUbah PikiRanMU??”
Saya Menatap MatanYA Dalam-Dalam Dan MenJAwab PElan “Saya puNya Pertanyaan, Jika Kau bIsa MenemuKan JAwabannya Dalam HatikU,Aku Kan MerUBah pikiRan saya: SeanDaiNya saya menYukAi SetAngKAi bUnga inDah YAng Ada di TEbiNg GunuNg Dan kitA berDua Tahu Jika KAmu MEmanjAt Dan MenGamBiL BuNgA iTu KAmu Akan Mati. APakah KAu Akan MenGamBiLkannYa UnTuKku??”
Dia TerMenUnG MEmIkiRkan Jawaban Dan akhiRnya BerkAta ” Akan Saya berikan Jawabannya Besok.”
Saya PuN Berdebar2 MenUnggu Jawaban iTu, Dan AkhIRNya KeesoKan PagInYA Datang. Dia Tidak Ada di RuMah Dan Saya MenemUkan SelemBar Kertas Oret2an Tulisan Tangannya dibawah Segelas susu Hangat yang bertuliskan…….
“SayanG, Aku Tidak Akan Mengambilkan BuNga Itu UnTuKmu. Tapi IjiNkan Aku menjelaskan Alasannya.”
KaliMat Pertama Ini MEnghanCuRkan Hati Saya, Dan saya menerUskan MemBaca………
“Kamu Biasa mengetik Di KoMpUter da N biasa MengacauKan PrOgRamnyA Di PCnya dan akhirnya menangis di depan MonItor. Saya harus memberikan jari2 saya supaya bisa membantumu memperbaiki program2nya.”
“Kamu selalu Lupa membawa kunci rumah kalau Kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya untuk mendobrak pintudan membukakannya untukmu ketikaKAmU puLang.”
“Kamu suka jalan2 keluar kota, Tapi selalu Nyasar ke Tempat2 baru yang kamu kUnJuNgi. saya Harus memberikan mata saya UnTuK mengarahkanmu.”
“Kamu selalu pegal2 ketika teman baikmu datang setiap bulan, dan saya harus memberikan tangan2 saya UntuK MemIjat KakiMu Yang pegal.”
“Kamu senang Diam Di Ruamh, dan saya khawatir Kamu Bersikap Aneh.Dan Saya Harus membelikan semua Yang Bisa mengHiBuRmu, Juga meminjamkan lIdahku unTuK menceritakan hal2 yang menarik Yang Aku alami UnTuK MenGhibuRmu.”
“Kamu selalu menatap MonItOr kompUterMu, membaca BeriBu-riBu Halaman Buku, dan aku tahu iTu Tak Baik UnTuK kesehatan Matamu, Dan Saya Harus menjaga mata saya agar ketika Kita tuA nanti, Aku mAsih Bisa MenOlOnGmU MenGgUnTiNg KukU Dan MenCabUt UbanMu.”
“TanganKu akan memegang TanganMu,membiMbiNgmU menelusuri Tepian pantai, menikmati matahari pagi dan pasir Yang InDah. MenCerItakan warna-warNi Bunga Yang inDah seperti dirimu.”
“Tapi sayangku, Saya tiDak akan mengambil Bunga itu UnTuk Mati. Karena aku tIdak Sanggup melihat air Matamu mengalir menangisi kematianKu.”
“Sayangku,saya Tahu banyak orang Yang bisa mencintaimu lebih Dari aku.”
“Untuk itu Sayang, jika tanganku,kakiku, mataku, dan semua yang telah aku berikan untukmu tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan yang lain, Kaki Yang Lain, serta mata yang lebih bisa membahagiakanmu.”
Saya menangis membaca tulisan Suami saya, air mata membasahi kertas coret2an itu. Membuat TiNta di atasnya PuDar. Dan Saya MenerUskAn MemBaca.
“Dan sekarang, kamu sudah selesai membaca curahan hati ini sayang, Jika kamu masih menginginkanku unTuK setia bersamamu disini, tolOng bukakan pintu, aku menunggu disini.”
“Jika Kamu tidak puas sayangku,Biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. PerCayalah, Bahagiaku Bila MeliHatmu Bahagia.”
Saya segera BerLari membuka pintu dan mendapatinya berdiRi DenGan muka penasaran, dianTangannya memegangi susu Dan Roti Kesukaan Saya.”
Dan AkhiRnya saya Mengerti, Orang YAng menCiNtai Saya LebIh Dari Saya mencinTai DiRi Saya SenDiRi……..
MenCInTai apa aDanya LebIh InDah,,DiBandiNgKan MenCiNtai Karena TuNtuTan….